PT DI RAKIT CN 295 AKHIR 2013

02 Mei 2012. PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan merakit pesawat CN 295 di Bandung mulai akhir 2013. Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mengatakan perakitan akhir tujuh dari Sembilan pesawat rancangan Airbus Military (AM) CN 295 pesanan Kementrian Pertahanan akan dikerjakan di pabrik PT DI.

Ia menjelaskan perakitan tujuh pesawat tersebut akan dimulai setelah lini produksi PT DI di Bandung bisa memenuhi standar produksi yang ditetapkan AM. Revitalisasi dan modernisasi sistem produksi pesawat PT DI, menurut Defense Studies direncanakan selesai dalam 18 bulan sejak penandatanganan kerjasama strategis antara PTDI, AM, dan Perusahaan Pengelola Aset (Persero). “setelah itu, seluruh pesanan pesawat CN 295 di Asia Pasifik tidak lagi di produksi di Spanyol. Semua diproduksi di Indonesia, begitu juga C-212,” kata Budi di Jakarta, kemarin. 

Direktur Aerospace PT DI Andi Alisjahbana mengatakan kesepakatan yang ditandatangani di depan Mentri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro 18 April lalu menandakan tercapainya syarat awal teaming agreement antara PT DI dan AM yang terbentuk Juni tahun lalu. “Syaratnya ketika itu, PT DI membantu CN 295 terjual. Itu sudah tercapai.

Kesepakatan baru ini menandakan seluruh rencana rencana rekonstruksi yang disusun PT DI bersama AM masih berjalan tepat waktu,” katanya. Kontrak pembelian Sembilan unit CN 295 oleh Kementrian Pertahanan diumumkan awal tahun ini dengan nilai mencapai 325 juta dolar AS. Pembelian Sembilan unit pesawat tersebut adalah bagian dari rencana pencapaian kemampuan minimal TNI sampai 2015. Andi memaparkan mulai pertengahan tahun ini AM memberi bantuan tenaga ahli, perangkat peralatan dan permesinan , serta sistem informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi sistem produksi pesawat PT DI.

Salah satu di antaranya adalah memperpendek waktu produksi PT DI dari 6-9 bulan per unit pesawat enam pecan per unit pesawat. “seluruh investasi restrukturisasi sepenuhnya merupakan investasi PT DI. AM akan member bantuan know how,” jelas Andi. Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset Boyke Mukijat mengatakan PT DI mengajukan proposal anggaran senilai 2,055 triliun untuk proses rekonstruksi perusahaan termasuk pembangunan lini produksi CN 295 yang rencananya beroprasi pada 2013. Dia menjelaskan PPA member dukungan pendanaan senilai Rp 675 miliar sampai seluruh permintaan anggaran pemerintah untuk dana rekonstruksi PT DI disetujui oleh DPR. “Juga ada dana pinjaman dari perbankan. Kami juga mengawasi pembelanjaan dan apa kerjasama ini fair,” tambah Boyke. Senior Vice President AM Ignacio Alonso mengatakan kerjasama kedua perusahaan akan mencakup aspek industri dan komersial. Selain membentuk kerjasama pemasaran dan pusat produksi, kedua perusahaan akan membangun pusat servis yang memberikan pelayanan logistik, pemeliharaan dan pelatihan awak pesawat.

 

sumber

http://www.indonesian-aerospace.com/view.php?m=news&t=news-detil&id=60

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s