Dirgantara Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan EADS

(6 APRIL 2012) Langkah-langkah memperkuat kerja sama itu, menurut Kepala Humas PTDI Rakhendi Priyatna dibahas oleh jajaran PTDI dipimpin Dirut Budi Santoso dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan EADS dipimpin CEO Louis Gallois di Bandung pekan ini (4/4).

Kunjungan pihak EADS itu memiliki arti penting, menurut Rakhendi, mengingat peninjauan tersebut verifikasi lapangan akan kompetensi dan kemampuan PTDI dalam industri dirgantara dan pertahanan. Keyakinan EADS selanjutnya akan bisa diwujudkan dalam bentuk kontrak bisnis lebih besar.

Rakhendi menggarisbawahi penguatan jalinan kerja sama dengan EADS bertepatan waktunya saat PTDI tengah melakukan program restrukturisasi dan revitalisasi yang telah dicanangkan Pemerintah. PTDI ke depan akan bisa berkiprah lebih luas lagi di pasaran dunia.

Diungkapkan, melalui kerja sama ini PTDI akan mendapatkan keuntungan antara lain pangsa bisnis sebagai mitra industri pemasok tingkat-1 dan mendapatkan pangsa pasar EADS dalam usaha kolaborasi komersial serta pembagian wilayah pemasaran.

Selain itu, ke depan PTDI akan mendapatkan bagian dalam pengembangan berbagai jenis produk baik untuk pesawat bersayap tetap (CN295) maupun helikopter (AS350, AS355, AS365, EC725) termasuk aspek industrialisasi guna peningkatan kapasitas dan kapabilitas.

Berdasarkan penguatan kerja sama itu, pihak EADS akan memberi kesempatan pelatihan-pelatihan (TOT) guna meningkatkan kapabilitas SDM PTDI dalam rekayasa industri dirgantara secara menyeluruh.

EADS yang merupakan konsorisum industri Eropa itu terbentuk atas penggabungan pada 10 Juli 2000 A?rospatiale-Matra dari Perancis, Dornier GmbH dan DaimlerChrysler Aerospace AG (DASA) dari Jerman, dan Construcciones Aeron?uticas SA (CASA) dari Spanyol pada 2000.

EADS pada 2003 mempekerjakan lebih dari 100.000 orang di 70 lokasi produksi di seluruh dunia. EADS dikendalikan dari sejumlah kantor pusat, yakni di Schiphol-Rijk, Belanda, Paris, Perancis dan Ottobrunn, selatan Munchen, Jerman.

PTDI masuk dalam kerangka kerja sama dengan EADS lewat kemitraan dengan CASA sejak akhir 1970-an ketika PT Nurtanio (kemudian menjadi IPTN) memproduksi bersama pesawat Casa 212-100 Aviocar.

Pada tahapan berikutnya hingga kini, PTDI telah mendapatkan kontrak-kontrak pembuatan komponen sayap muka bagian dalam (inboard leading edge) untuk pesawat transport sipil terbesar di dunia A380 dan tepi saya muka (leading edge) untuk pesawat-pesawat A318, A319, A320 dan A321.

Untuk helikopter EC225/EC725, PTDI mengerjakan badan (fuselage) dan bagian ekor (tail boom) sedangkan untuk C212-400 sudah dipercaya mengerjakan tubuh pesawat secara keseluruhan.

sumber

http://eksposnews.com/view/9/34031/Dirgantara-Indonesia-Perkuat-Kerja-Sama-dengan-EADS.html#.UghD7NLWWDk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s