Kisah SBY Saat G20 di Rusia dan Nasib Mobil Listrik Indonesia

mobil listrik lipi(13/09/2013) Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat punya cerita ringan terkait percakapannya dengan Presiden SBY beberapa waktu lalu mengenai nasib mobil listrik di Indonesia.

Pada saat pertemuan G20 di St Petersburg di Rusia pekan lalu, Hidayat bersama Presiden SBY dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung sempat membahas mobil listrik.

Hidayat menuturkan, di sebuah kompleks pertemuan G20, tuan rumah menyediakan transportasi mobil listrik buatan Jepang yang berukuran tak begitu besar untuk para menteri dan delegasi lainnya.

“Saya diskusi dengan bapak (Presiden SBY) dan Chairul Tanjung,” katanya di kantor Kemenperin, Jl Gatot Soebroto, Jumat (13/9/2013).

Pada saat itu, lanjut Hidayat, Presiden SBY menanyakan apakah industri di dalam negeri mampu memproduksi mobil listrik sejenis. Menanggapi pertanyaan itu, Hidayat mengatakan Indonesia sangat bisa, namun perlu investor yang berminat untuk menjadikan mobil listrik diproduksi massal.

“Bapak tanya, saya bilang bisa Pak, tapi bertahap. Saya minta supaya kalau sudah go (mulai), salah satu ada investornya untuk memulai. Saya tanya sama CT (Chairul Tanjung). Dia bilang siap,” ungkap Hidayat.

Hidayat mengatakan, hal tersebut perlu juga dibarengi dengan infrastruktur pendukung lainnya. “Kita mesti melengkapi infrastrukturnya untuk charging. Kalau infrastrukturnya secara publik siap. Produsennya bisa mulai,” jelas mantan Ketua Kadin ini.

Ia menuturkan saat ini perkembangan mobil listrik di dalam negeri belum begitu berkembang. Jika pasarnya telah ada, akan hadir industri besar mobil listrik di Tanah Air.

“Sekarang ini mobil listrik itu kalau merupakan salah satu produksi, dan masyarakat banyak yang minat, harus bisa diproduksi secara komersial,” kata Hidayat.

Menurutnya pemerintah siap mendukung jika mobil listrik ini telah masuk ke dalam tahap produksi massal. Sebelum produksi massal, tahap penelitian dan pengembangan dilakukan di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Kalau sudah menuju ke mass production yang komersial itu masih di Perindustrian. Saya mesti mempersiapkannya sama dengan mempersiapkan kendaraan lain,” katanya.

sumber: http://finance.detik.com/read/2013/09/13/175429/2358470/1036/1/kisah-sby-saat-g20-di-rusia-dan-nasib-mobil-listrik-indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s