Mengintip Kehebatan 4 Mobil Listrik Nasional

trio23/12/2013.  Indonesia perlahan tapi pasti sudah bisa membuat purwarupa dari kendaraan listrik untuk segera diproduksi massal. Seberapa hebat mobil listrik buatan lokal?

Dalam ‘pesta rakyat teknologi kendaraan listrik’ yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menjelaskan kalau untuk bisa diproduksi, sebuah prototipe kendaraan listrik itu harus mencapai level 9. Sementara kendaraan listrik yang saat ini diproduksi produsen lokal baru sampai level 7.

Karena itu, jalan menuju rencana produksi kendaraan listrik di Indonesia yang ditargetkan pada 2017 sangat mungkin dilakukan.

“Kita periksa kekurangannya, kita perbaiki terus. Selama kekurangannya hanya minor saja, bisa naik ke level 8,” katanya.

Berikut 4 mobil listrik buatan lokal dan kemampuannya:

Selo

seloIni adalah hasil dari proyek ‘Putra Petir’ yang digalang Dahlan Iskan. Memiliki tampang ala mobil sport, mobil bernama Selo ini sekilas pandang mirip dengan mobil merek Saleen atau McLaren.

Salah satu konseptornya, Ricky Elson, mengatakan kalau mobil ini dibangun hanya dalam waktu 5 bulan saja dan sudah sempat mejeng di KTT APEC yang digelar di Bali beberapa waktu lalu.

“Mobil ini kami desain untuk kecepatan 200-220 km/jam. Tapi karena tempat dan institusi untuk pengetesan belum jelas, belum lama ini kami coba di Balai Pengujian Cibitung, kami coba sampai 130 km/jam dan berjalan sejauh 250 km. Mudah-mudahan dengan pengembangan lebih lanjut target 220 km/jam dapat tercapai,” jelasnya.

Lebih lanjut Ricky menjelaskan kalau Selo memiliki sistem yang lebih maju dibanding mobil sport yang dahulu mengalami kecelakaan saat digunakan Dahlan Iskan yakni Tucuxi.

Selo, lanjut Ricky, memiliki sistem pengereman teknologi tinggi, sistem rem regeneratif dan gearbox. “Jadi ada 3 lapis,” cetusnya.

Gendhis

grandhisLalu ada mobil listrik bermodel MPV yang sering disebut-sebut mirip dengan Alphard yakni Gendhis. Mobil tersebut bisa berjalan sejauh 160 km dengan sekali charge.

Mobil ini juga didesain untuk melaju sampai 140 km/jam. Kalau untuk charge-nya, kalau dengan listrik 50 kW, cukup 40 menit. Kalau di rumah yang 7.000 watt, sekitar 6 jam.

 

 

 

Ahmadi

ahmadiDi Monas kemarin, Dasep Ahmadi, seorang industrialis lokal memamerkan beberapa hasil karyanya. Salah satunya mobil yang diberi nama Ahmadi.

Memiliki model city car, mobil berkelir hijau ini dahulu pernah dites oleh Menteri Dahlan Iskan dan sempat mogok.

Meski begitu, Dasep mengatakan kalau mobil ini sudah disempurnakan. Saat ini mobil tersebut sudah dites hingga 3.000 km, dengan 1.000 km diantaranya dites oleh Dahlan Iskan.

“Kita pernah mengetes ini dari Depok ke Sukabumi, itu tidak perlu dicas lagi. Kita juga pernah coba Bandung sampai Jakarta melewati berbagai medan. Di perjalanan memang ada kendala, AC, tapi bisa diperbaiki,” ujarnya.

Hevina

molina listrik-dr TIMORHevina adalah salah satu mobil karya LIPI buah dari belasan tahun penelitian.

Koordinator Penelitian LIPI untuk mobil listrik Abdul Hapid bercerita kalau LIPI sudah mulai mengembangkan kendaraan listrik pada tahun 1997 untuk menciptakan kendaraan listrik untuk ‘kegunaan khusus’ seperti mobil golf untuk rumah sakit dan kepolisian.

Pada tahun 2005, penelitian kemudian beralih untuk menciptakan mobil untuk kebutuhan jalan raya.

“Harapan kami bisa mewujudkan kemandirian energi khususnya di sektor transportasi,” katanya.

Platform Hevina menurut Hapid menggunakan Timor yang kemudian didesain ulang di sektor eksterior dan interiornya.

Untuk kemampuan, Hevina mampu berlari hingga kecepatan 140 km/jam dan menjelajah jalan sejauh 130 km dalan sekali charge.

Mobil ini juga sudah menerapkan rem regeneratif yang mampu mengkonversi daya kinetik saat deselerasi atau pengereman untuk menjadi energi listrik. “Pengereman bisa mengisi sendiri sehingga bisa menambah jarak tempuh dan kemampuannya secara teknis,” cetus Hapid.

Hapid lalu mengakui kalau mobil yang masih prototipe ini tentu memiliki kelemahan. “Setinggi apa pun teknologi, pasti ada batasan. Mobil ini sudah sampai tahap prototipe riset, masih mungkin ada kelemahan. Tapi dari 2009 sampai sekarang kami belum menemukan kendala yang serius,” lugasnya.

sumber: http://oto.detik.com/read/2013/12/23/132751/2449471/1207/mengintip-kehebatan-4-mobil-listrik-nasional?od771104bcj

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s