keliping = kliping

Entah dengan saat ini, tapi dulu, waku saya masih kecil, tahun 1990an, keliping pernah menjadi trend. Secara sederhana, keliping dilakukan dengan menggunting bagian-bagian koran atau majalah yang kontennya ingin dikumpulkan, kemudian menempelkannya pada halaman buku kosong. Biasanya keliping mengangkat tema tertentu, tergantung dari minat pembuat keliping itu. Mungkin sekilas keliping ini terkesan tidak bermanfaat, tapi sebenarnya ini merupakan bentuk dari pendokumentasian peristiwa. Dengan membuat keliping, kita bisa “menjaga” sejarah perjalanan suatu tema yang diangkat.

Anak-anak sekarang sudah tidak lagi mengenal keliping, mungkin karena koran dan majalah versi cetak sudah mulai memudar pamornya. Kemajuan sistem informasi dan komunikasi dewasa ini telah mulai merubah gaya hidup media massa, dari yang tadinya serba cetak menjadi serba digital. Tapi, dalam pandangan saya, budaya keliping tetap layak dilestarikan, karena dengan membuat keliping berarti kita harus membaca (minimal topik-tema berita ataupun tulisan  yang akan dikeliping), itu artinya kita menumbuhkan budaya membaca.

Oleh karena itu, saya tergerak untuk mulai membuat keliping dalam bentuk yang berbeda, keliping digital. Weblog keliping ini akan berisi informasi, berita, tulisan yang diambil dari media massa maupun sumber lainnya. Keliping ini akan mendokumentasikan perjalanan peristiwa dan sejarah. Keliping adalah sejarah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

catatan perjalanan dunia otomotif dan dirgantara karya anak bangsa dalam pemberitaan

%d bloggers like this: