Setelah 1998, Pesawat N-250 Buatan Bandung Jadi ‘Besi Tua’ Karena IMF

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) telah menghentikan proyek prestisius pesawat penumpang komersial asli buatan Indonesia yaitu N-250 sejak 1998.

Penghentian ini dilakukan atas rekomendasi International Monetary Fund (IMF) yang meminta Presiden Soeharto menghentikan suntikan dana ke PT DI.

Saat detikFinance diberi kesempatan berkeliling area pabrik PT DI, tampak dua buah pesawat bernilai miliaran dolar AS ini harus menjadi besi tua. Salah satu karyawan PT DI bernama Tama, menemani detikFinance berkeliling area pabrik. Dia menuturkan, sejak berhenti dikembangkan, dua pesawat N-250 bermesin turboprop (baling-baling) itu tidak pernah dipergunakan apalagi dikembangkan. Continue reading Setelah 1998, Pesawat N-250 Buatan Bandung Jadi ‘Besi Tua’ Karena IMF

Menengok N-250, Pesawat Penumpang Asli Buatan Bandung

kondisi n250PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak sekedar mengembangkan pesawat hasil lisensi semata. BUMN Penerbangan ini saat dulu di bawah komando BJ Habibie pada akhir 1980-an, mulai mengembangkan pesawat asli ciptaan Indonesia yang dibuat dan dirancang di Bandung, Jawa Barat.

Terbang perdana pada Agustus 1995, PT DI berhasil menciptakan pesawat penumpang berkapasitas 50 orang dengan mesin turboprop (baling-baling), N-250 Gatotkaca.

Kemudian disusul dengan pengembangan varian N-250 Krincing Wesi berpenumpang 70 orang pada Agustus 1996. Namun, belum sempat pesawat diproduksi dan dipasarkan secara massal, proyek N250 dihentikan pada 1998 oleh Presiden Soeharto.

“Pada 1998 terjadi krisis ekonomi. IMF stop development (pendanaan) sehingga PT DI ini, goyang,” tutur Direktur Utama PT DI Budi Santosa kepada detikFinance di Kantor Pusat PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Jumat (15/2/2013). Continue reading Menengok N-250, Pesawat Penumpang Asli Buatan Bandung

“Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”

083343_ilhamhabibieChina boleh bangga bisa produksi pesawat MA 60 yang saat ini digunakan Merpati Nusantara Airlines, namun soal kualitas pesawat Indonesia masih jauh di atas China.

Seperti kata Ilham A. Habibie, anak sulung mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan soal membuat pesawat dan kualitas pesawat itu sendiri, Indonesia masih di atas China.

“Soal buat pesawat kita masih lebih bagus dan jauh di atas China, dari segi kualitas kita masih oke,” kata Ilham ketika ditemui detikFinance pekan lalu di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, seperti dikutip, Senin (18/3/2013).

Kata Ilham, saat ini China boleh bangga punya MA 60 yang saat ini digunakan Merpati.

“Tapi pada dasarnya desain MA 60 itu mesinnya memang digunakan untuk militer, namun karena digunakan untuk sipil mereka menurunkan sedikit kualitasnya, karena dasarnya untuk militer sehingga boros, militerkan ngak mikirin boros apa tidak yang penting tahan banting dan menang perang,” ucapnya. Continue reading “Soal Bikin Pesawat, Indonesia Masih di Atas China”

Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR

ilhamhabibieAnak sulung mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie, Ilham Habibie mempunyai ambisi untuk melanjutkan impian ayahnya yakni memproduksi pesawat Regio Prop 80 (R80).

Seperti diketahui, proyek pesawat N-250 yang dikomandani BJ Habibie dihentikan oleh International Monetary Fund (IMF) pada 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

Jadi bagaimana R80 dibangun, bagaimana prospeknya? Apakah pesawat R80 sama dengan N-250? Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Ilham ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, akhir pekan lalu.

Apa bedanya Gatotkaca N-250 dari BJ Habibie dengan Regio Prop 80 dari seorang Ilham Habibie dan kawan-kawan? Continue reading Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR

PT DI akan Jadi Pabrik Pesawat ‘New N250’ Buatan Putra BJ Habibie

N250 Gatot KacaPT Dirgantara Indonesia (PT DI) menunggu perkembangan dan kepastian kontrak dari PT Ragio Aviasi Industri (RAI) untuk proyek pembuatan pesawat ‘New N-250’. PT RAI merupakan gabungan dari PT Ilthabie Rekatama dan PT Eagle Cap yang menyatakan akan mengembangkan pesawat kembali pesawat N250 yang sempat terbang pada tahun 1995 lalu.
PT Ilthabie Rekatama merupakan milik Ilham Habibie putra BJ Habibie, sementara PT Eagle Cap adalah milik Erry Firmasyah, mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI).

“PT RAI sudah melakukan pembicaraan dengan kami sejak awal 2012. Mereka menyatakan akan membuat pesawat sekelas N-250 dengan kapasitas 80 penumpang. Untuk kontrak pembuatannya, belum ada pembicaraan. Kami masih menunggu, pengennya sih buru-buru,” ujar Kepala Tim Komunikasi PT DI Sonny Saleh Ibrahim, di kantor PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Rabu (20/2/2013).

Sonny menjelaskan, peranan PT DI dalam proyek pesawat tersebut hanya sebagai bagian pabrik pembuat saja. Sementara perencanaan, promosi, pemasaran dan lainnya dilakukan oleh PT RAI. Continue reading PT DI akan Jadi Pabrik Pesawat ‘New N250’ Buatan Putra BJ Habibie

catatan perjalanan dunia otomotif dan dirgantara karya anak bangsa dalam pemberitaan